Welcome
Vladimir Putin Dianggap Menjadi Pemicu Kudeta di Armenia

Vladimir Putin Dianggap Menjadi Pemicu Kudeta di Armenia

Berita Terbaru Politik – Berita kurang sedap menerpa sang presiden Rusia Vladimir Putin akhir-akhir ini. Dikatakan oleh media Barat yang berbasis di New York menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin menghasut percobaan kudeta di Armenia. Ini karena Perdana Menteri (PM) Nikol Pashinyan telah menghina rudal Iskander.  Sebuah artikel oleh jurnalis Anna Nemtsova yang diterbitkan di The Daily Beast mengklaim bahwa Putin mungkin telah memicu percobaan kudeta di Armenia. Karena perselisihan publik mengenai keefektifan sistem rudal Iskander buatan Rusia.

Vladimir Putin Dianggap Menjadi Pemicu Kudeta di Armenia

PM Pashinyan memperingatkan pada hari Jumat bahwa tentara negara itu berencana untuk menggulingkannya setelah para jenderal menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan pengunduran dirinya. Tekanan meningkat pada pemimpin yang diperangi itu setelah dia menuntut pengangkatan seorang komandan militer tertinggi, Jenderal Tiran Khachatryan.

Isu Kudeta Tersebut di Tepis Olehs Jenderal Tiran Khachatryan

Ketika sang jenderal menepis kritiknya terhadap rudal buatan Moskow. Pashinyan mengucapkan kepada wartawan bahwa misil Iskander sudah gagal selama pertempuran berdarah dengan tetangganya Azerbaijan. Dia mengatakan misil itu hanya meledak 10 persen. Ini tidak mungkin, kata Khachatryan kepada wartawan.  Maaf, tapi ini tidak serius. Rusia juga mengkritik mengenai pengakuan mengenai sistem rudal, yang menurut Pashinyan adalah senjata tahun 1980-an. Viktor Zavarzin, wakil ketua komite pertahanan dan keamanan di parlemen Rusia, menanggapi dengan mengatakan

Iskander merupakan senjata yang sangat tepat, yang telah dibuktikan berkali-kali selama pelatihan militer. Pernyataan Pashinyan yang dianggap merendahkan teknologi rudal Iskander, merupakan sebuah kebohongan. Pada hari Senin, setelah panggilan telepon antara PM Armenia dan Putin. Pemerintah Pashinyan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dia telah salah informasi tentang Iskander. Tidak diragukan lagi senjata Rusia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Setidaknya itulah yang dikatakan siaran pers pemerintah Pashinyan.

Analis politik Artur Paronyan mengklaim bahwa dalam panggilan awal pekan itu, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Rusia Valery Gerasimov mengatakan kepada timpalannya dari Armenia Onik Gasparyan bahwa militer harus bergerak melawan perdana menteri.

The Daily Beast juga melaporkan komentar salah satu kritikus terkuat perdana menteri. Mantan Menteri Pertahanan Armenia Vazgen Manukyan, yang berkata Kami menyalahkan Pashinyan atas kegagalan total diplomatik dalam perundingan damai dengan Baku. Selain itu juga atas kekalahan kami dalam perang melawan agresi Azerbaijan.  Dari laporan tersebut Manukyan dan para pendukungnya dituduh memperoleh dukungan militer Rusia untuk melakukan kudeta pada perdana menteri.

Situs tersebut kemudian mengeluarkan pencabutan artikel tersebut, mengoreksi catatan untuk mengklarifikasi bahwa Manukyan mengklaim dukungannya berasal dari militer Armenia, bukan dari Putin. Distorsi, kata editor The Daily Beast, berasal dari salah melaporkan. Namun, bahkan dengan bukti utama yang hilang, artikel tentang potensi keterlibatan presiden Rusia tetap ada. Disusul dengan beberapa media yang juga ikut menarik ulang tuduhan tersebut.

Sedangkan Kremlin secara terbuka mengungkapkan bahwa kepala dingin harus menang dalam sebuah konflik. Berbicara kepada wartawan, juru bicara Putin Dmitry Peskov, mengatakan bahwa para pejabat Rusia memperhatikan perkembangan situasi di Armenia dengan prihatin. Dia menganggap hal ini sebagai masalah internal untuk sekutu yang sangat penting dan dekat di Kaukasus. Peskov mengimbau semua pihak tetap tenang. Adapun kritik Pashinyan terhadap sistem rudal Iskander, katanya Kami membiarkannya tanpa komentar. Peralatan Rusia telah berulang kali menunjukkan keefektifannya dalam berbagai situasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *